Papuans: Menyapa Kaum Muda Papua
Ditulis Oleh Papuans
Pernahkah Kawan berpikir, bahwa kita adalah korban dari sejarah yang direkayasa oleh Indonesia.. Kalau pernah, pernyataan itu Benar, karena selama ini kita hanya belajar sejarah Indonesia. kita tidak pernah belajar tetang sejarah Papua yang sebenarnya. Itulah sebabnya orang Papua (generasi ini) harus tahu bahwa, sejarah integrasi Papua Barat ke dalam NKRI adalah sejarah orang papua yang dibelokkan, yang tidak benar. Misalkan, mengenai Trikora yang kita dapatkan dari sekolah milik Indonesia sebenarnya tidak sesuai dengan penderitaan yang telah dialami kita punya orang tua. Mereka telah mengangkat senjata melawan Indonesia.
Kenapa sejarah kita di belokkan? Alasan historis dan sosial kultural digunakan untuk menguasai kitong punya alam Papua yang kaya raya itu. Tetapi sebenarnya itu hanya mitos, cerita yang dibesar-besarkan, misalnya memakai kata Sabang sampai Merauke itu hanya mitos pemersatu untuk membangkitkan semangat tentara Indonesia untuk menggempur kita punya orang tua kita yang tidak mau tunduk pada Indonesia.
Indonesia asal mencaplok dengan alasan bahwa Papua Barat itu wilayah Indonesia yang sudah diproklamasikan. Pendapat itu bermakna sekedar mau mencari pembenaran atau membenarkan sesuatu yang sebenarnya tidak benar. Karena orang Papua memiliki sejarah tersendiri terpisah dengan Indonesia, bahwa orang Papua sendiri telah merdeka pada tahun 1962. tetapi, usianya hanya 18 hari, karena Indonesia dan Amerika telah merebut hak kemerdekaan bangsa Papua.
Apa yang kawan rasakan sekarang? Perna menelan pil pahit atau minum air broto Wali, rasanya pahitkan atau lebih lagi, kawan perna tertusuk duri tajam. Rasanya sakitkan, dan kalau durinya belum keluar akan bernana dan berbahaya. Itulah kondisi bangsa Papua Barat saat ini, sebelum bisa menguasai segalah aspek hidup dan sebelum merasakan nikmatnya kemerdekaan selagi Indonesia belum hengkang dari tahah Papua, yakin kita akan terus tertindas karena memang itulah cita-cita penindas yang menguasai hukum, ekonomi, politik dan lainnya.
Barang kali bagii penguasa lokal yang tidak lain adalah anjing pengikut dan penjilat-penjilatnya, mereka akan hidup makmur mudah bebas dari jeratan hukum, tetapi mereka sudah seperti ular yang di pegan ekornya tidak bisa lari kemana-mana, suatu saat siap di cekik, bilah tidak menuruti kemauan negara untuk mempertahankan Papua Dalam Indonesia.
Pertanyaannya, Indonesia dong kenapa terus mempertahankan Papua Barat? Sudah di singgung di atas, bahwa sebenarnya alasannya adalah ekonomi. Lihat kita punya hutan, sungai laut dan emas yang banyak. Sudah mereka ambil sebagian kecil, mereka sudah gunakan untuk membangun Jakart, memberi makan jutaan orang Indonesia, sementara kita hanya menikmati pertengkaran, pembodohan, kemiskinan. Itu yang kita rasakan. Ingat bahwa saat ini kekayaan alam masih luas yang belum diperas.
Kawan pasti bertanya, mengapa Amerika dengan mudahnya menyerakan Papua Barat kepada Indonesia? Karena kita punya kekayaan itu mebuat Amerika tergiur dan mau membantu Indonesia, memasukan Papua Barat kedalam Indonesia. Amerika dapat jatah, mengelolah Freeport, perusahaan emas terbesar kedua di dunia menjadi milik Amerika. Amerika menikmati hasilnya, Indonesia Medapat ampasnya dan kita dapat tahinya yang mengadung bibit penyakit mengadung penderitaan, pengorbanan yang penuh dengan pertumpahan darah membuat Bangsa Papua semakin habis dan bisa jadi punah. Ini yang diharapkan negara penghisap darah seperti Amerika dan anteknya.

Indonesia dong punya alasan, begini; waktu dulu sekali kira-kira abad 8 ketika kerajaan Maja Pahit dan abad 14 waktu kerajaan Sriwijaya berjaya, Papu Barat sudah menjadi daerah taklukan mereka, kemudian dong bilang lagi semua daerah jajahan Hindia Belanda harus diserakan kepada Indonesia. Sebagai daerah yang perna diproklamasikan. Saya mau tanya, apakah kita punya orang Papua perna merasa di jajah oleh Belanda. Karena, kalau kita baca buku sejarah yang tongpunya kakak-kakak dan teman-teman dong tulis, justru orang tua dong angkat senjata melawan Indonesia. Kita coba ingat kembali sejarah yang perna diajarkan di sekolah milik Indonesia, yang kita pelajari perlawanan terhadap Belanda hanya terjadi di Ambon, di Jawa dan daerah lainnya untuk mendirikan negara Indonesia?
Itulah sebanya kita, sudah dibodohi, kita buta dengan sejarah yang benar menurut orang Papua. Tapi, kita belum terlambat, bilah saat ini kita cari buku tentang sejarah Papua dan mencari tahu tetang kebenaran sejarah orang Papua Barat. Makanya gunakan kita punya uang untuk beli buku dan di baca. Tetapi itu saja tidak cukup, karena itu kita harus rajin-rajin membentuk kelompok diskusi, atau berdiskusi, kemudian aksi.
Kawan, bukan maksud menggurui, dan bukan berarti saya yang paling benar. Saya percaya kita yang sedang membaca ini lebih hebat. Saya hanya membagi cerita yang hampir dimatikan oleh Indonesia yang membuat kita semakin bodoh dan sebenarnya membuat kita tidak peduli dengan sejarah Papua, sejarah bangsa kita sendiri.
Karena kita malas tahu dengan sejarah kita sendiri saat ini yang terjadi, kita diadu dombah dengan berbagai persoalan, mislnya otonomi daerah, pemekaran dan yang paling merasa berhasil adalah pecahnya perang suku yang sebenarnya tidak perna terjadi selama beribu tahun kebelakang. Kasus di Timika ini mungkin yang pertamakalinya.
Bertitik tolak dari refleksi sejarah yang di rekayasa, Papua yang mejadi ladang kepentingan Imperialis, Beletin Kejorah hadir sebagai mediai pembelajaran, media ekspresi untuk memberi dan membuka wacana tentang kebohongan rezim yang berkuasa di Indonesia. Agar kaum mudah tahu dan mau bersatu melawan penindasan.
Dengan seruan, lawan…lawan dan lawan. Akhir kata, mari bersatu melawan penindasan, Bravo Pemuda/mudi Pejuang Papua Barat!***

Posting Komentar